1. Penyaliban
2.Konsep kenaikan ke langit
3.Wafatnya nabi Isa
Pertama : Yaitu tentang Konsep Penyaliban Isa (Jesus Christ).
Alquran mengatakan bahwa Nabi Isa tidak pernah disalibkan dan juga tidak mati dibunuh.Marilah kita cermati apa yang AlQuran katakan tentang peristiwa tersebut.
An Nisaa (4)
-Ayat 157-
﴿ وَقَوْلِهِمْ إِنَّا قَتَلْنَا الْمَسِيحَ عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ رَسُولَ اللّهِ وَمَا قَتَلُوهُ وَمَا صَلَبُوهُ وَلَـكِن شُبِّهَ لَهُمْ وَإِنَّ الَّذِينَ اخْتَلَفُواْ فِيهِ لَفِي شَكٍّ مِّنْهُ مَا لَهُم بِهِ مِنْ عِلْمٍ إِلاَّ اتِّبَاعَ الظَّنِّ وَمَا قَتَلُوهُ يَقِينًا ﴾
dan karena ucapan mereka : "Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, 'Isa putra Maryam, Rasul Allah [378]", padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan 'Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) 'Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah 'Isa.
Dr. M. Taqiud-Din & Dr. M. Khan:
And because of their saying (in boast), "We killed Messiah Iesa (Jesus), son of Maryam (Mary), the Messenger of Allah," - but they killed him not, nor crucified him, but the resemblance of Iesa (Jesus) was put over another man (and they killed that man), and those who differ therein are full of doubts. They have no (certain) knowledge, they follow nothing but conjecture. For surely; they killed him not (i.e. Iesa (Jesus), son of Maryam (Mary) ):
Yusuf Ali:
That they said (in boast), "We killed Christ Jesus the son of Mary, the Messenger of Allah.;- but they killed him not, nor crucified him, but so it was made to appear to them, and those who differ therein are full of doubts, with no (certain) knowledge, but only conjecture to follow, for of a surety they killed him not.
Lihatlah bahwa ada tiga terjemahan dan tentu saja ada penafsiran yang berbeda dalam memahami ayat Alquran diatas. Terjemahan alquran pertama adalah berasal dari Departemen Agama RI,dan yang kedua dan ketiga adalah berasal dari Dr M Khan dan Yusuf Ali.Terjemahan Depag RI dan Dr M Khan menafsirkan ayat tersebut seperti yang pembaca lihat adalah bahwa mereka menafsirkan bahwa sosok Isa adalah digantikan dengan orang lain dengan memahami kata bahwa nabi Isa tidak pernah disalibkan.Sedangkan penafsiran dari Yusuf ali adalah bahwa Yusuf Ali menafsirkan bahwa nabi Isa (Jesus) tidaklah mati ditiang salib artinya bahwa mereka (orang2 yahudi) tidak berhasil membunuh nabi Isa melalui palang salib.Berarti ada dua penafsiran yang berbeda dalam memahami satu ayat saja dari Alquran.Bagi orang yang tidak memahami ilmu tafsir dan mayoritas umat Islam pada umumnya tentu akan merasa bingung dan mengatakan bahwa ada kesalahan dalam Quran.Namun sebelumnya marilah kita lihat dan harus kita ketahui dulu apa arti dari kata "PENYALIBAN".
Penyaliban menurut kamus bahasa (Kamus bahasa Arab maupun Oxford Dictionary) adalah membunuh seseorang dengan cara dipantekkan atau digantungkan melalui palang salib.
Kemudian akan ada pertanyaan,lalu bagaimana jika seseorang itu digantungkan dipalang salib lalu kaki dan tangannya dipaku secara bersilangan atau apapun itu namun ketika dia yang disalibkan tersebut diturunkan dari tiang salib ternyata masih hidup?Apakah dia disalib?Tentu pembaca akan mudah memahami bahkan anak kelas 1 sekolah Menengah pertamapun akan mudah memberikan jawaban bahwa jawabannya adalah TIDAK. Dan ini sesuai dengan apa yang Quran katakan bahwa Isa tidaklah mati ditiang salib.Bahkan jika kita mau melihat ayat2 Alkitabpun ternyata Jesus tidak mati ditiang salib.Lihatlah ketika Jesus tidak dipatahkan kakinya,Pilatus mengizinkan Yusuf Arimatea dan Nikodemus untuk menurunkan dan mengambil mayat Jesus (menurut Alkitab),Kuburan Jesus yang berbentuk Gua dan bisa 5 orang masuk kedalamnya,Pilatus menyimpulkan bahwa Jesus tidak bersalah sehingga dia (Isa) tidak harus mati,juga Maria Maghdalena mengenali Jesus dan tidak terkejut ketika Jesus menyapanya yang sebelumnya disangka bahwa Jesus adalah penunggu taman.Juga fakta bahwa Jesus tidaklah dibangkitkan kembali dengan memakan makanan didepan muridnya dan banyak lagi bukti2 lain yang menunjukkan bahwa Isa tidaklah mati ditiang salib atau tidak disalibkan.
Jesus masih melakukan banyak hal setelah proses penyaliban tersebut,termasuk menemui murid2 tercintanya di Kapernaum,diruangan pada malam dimana mereka menjamu makan malam terakhir.Jesus tidak pernah lagi pergi ke kuil setelah itu untuk menghindari orang2 yahudi.
Ini jelas membuka mata dan pikiran kita bahwa Isa tidaklah mati ditiang salib dan memberikan indikasi pada kita bahwa penafsiran mayoritas umat Islam terhadap Alquran adalah SALAH karena tidak sesuai dengan bukti2 sejarah dan catatan2 lain termasuk NASKAH LAUT MATI....Apakah Alquran salah?Tentu saja tidak melainkan penafsirannya lah yang salah....Hal ini juga menjangkiti ulama2 tanggung dalam Islam yang menafsirkan Alquran seena'e dewe terhadap Quran....Hal ini dapat dimaklumi karena tidak adanya keinginan untuk belajar dan adanya penyakit akan sifat yang taklit buta yang menjangkiti umat Islam sama halnya penyakit umat Yahudi dan Kristen....
Namun Alquran adlah kebenaran dan sesuai dengan janji Allah akan memelihara kemurniannya sampai akhir zaman sehingga bebas dari kesalahan2 walaupun tidak luput dari penafsiran2 yang menyimpang. Namun umat Islam lebih arif dalam mengakui bahwa setiap terjemahan tidaklah sempurna dan tidaklah diakui sebagai firman Allah...Namun apa yang terjadi pada umat Islam mayoritas dalam memahami alquran?Tentu pembaca yang arif dan bijak dapat menilai dengan sendirinya.....
Wassalam Alaikum
082169008899